ads-c

a-ads

Our Ads


 PILIH KATEGORI  


Showing posts with label Tutorial. Show all posts
Showing posts with label Tutorial. Show all posts

Apa itu Perdagangan Margin (Leverage)?


Trading (Perdagangan) Margin adalah metode perdagangan aset menggunakan dana yang disediakan oleh pihak ketiga. Ketika dibandingkan dengan akun perdagangan reguler, akun margin memungkinkan pedagang mengakses jumlah modal yang lebih besar, memungkinkan mereka untuk meningkatkan posisi mereka.  Pada dasarnya, perdagangan margin memperkuat hasil perdagangan sehingga pedagang dapat merealisasikan keuntungan yang lebih besar pada perdagangan yang sukses.  Kemampuan untuk memperluas hasil perdagangan ini menjadikan perdagangan margin sangat populer di pasar dengan volatilitas rendah, khususnya pasar valas internasional.  Namun, perdagangan margin juga digunakan di pasar saham, komoditas, dan mata uang kripto.

Di pasar tradisional, dana pinjaman biasanya disediakan oleh broker investasi.  Dalam perdagangan mata uang kripto, bagaimanapun, dana seringkali disediakan oleh pedagang lain, yang mendapatkan bunga berdasarkan permintaan pasar untuk dana margin.  Meskipun kurang umum, beberapa pertukaran cryptocurrency juga menyediakan dana margin kepada pengguna mereka.

Bagaimana Cara Kerja Perdagangan Margin?

Ketika perdagangan margin dimulai, pedagang akan diminta untuk melakukan persentase dari total nilai pesanan.  Investasi awal ini dikenal sebagai margin, dan ini terkait erat dengan konsep leverage.  Dengan kata lain, akun margin trading digunakan untuk membuat leveraged trading, dan leverage menggambarkan rasio dana pinjaman terhadap margin.  Sebagai contoh, untuk membuka perdagangan $ 100.000 dengan leverage 10:1, seorang pedagang harus berkomitmen $ 10.000 dari modal mereka.

Secara alami, platform dan pasar perdagangan yang berbeda menawarkan serangkaian aturan dan tingkat leverage yang berbeda.  Di pasar saham, misalnya, 2: 1 adalah rasio tipikal, sementara kontrak berjangka sering diperdagangkan pada leverage 15: 1.  Dalam hal broker Forex, perdagangan margin sering diungkit dengan rasio 50: 1, tetapi 100: 1 dan 200: 1 juga digunakan dalam beberapa kasus.  Ketika datang ke pasar cryptocurrency, rasio biasanya berkisar dari 2: 1 hingga 100: 1, dan komunitas perdagangan sering menggunakan terminologi ‘x’ (2x, 5x, 10x, 50x, dan sebagainya).

Perdagangan margin dapat digunakan untuk membuka posisi buy dan sell.  Posisi long mencerminkan asumsi bahwa harga aset akan naik, sedangkan posisi short mencerminkan yang sebaliknya.  Sementara posisi margin terbuka, aset pedagang bertindak sebagai jaminan untuk dana pinjaman.  Ini penting untuk dipahami oleh para pedagang, karena sebagian besar pialang berhak untuk memaksa penjualan aset-aset ini jika pasar bergerak berlawanan dengan posisi mereka (di atas atau di bawah ambang batas tertentu).

Misalnya, jika seorang pedagang membuka posisi leverage yang lama, mereka bisa disebut margin ketika harga turun secara signifikan.  Panggilan margin terjadi ketika seorang pedagang diharuskan untuk menyetor lebih banyak dana ke dalam akun margin mereka untuk mencapai persyaratan perdagangan margin minimum.  Jika pedagang gagal melakukannya, kepemilikan mereka secara otomatis dilikuidasi untuk menutupi kerugian mereka.  Biasanya, ini terjadi ketika nilai total semua ekuitas dalam akun margin, juga dikenal sebagai margin likuidasi, turun di bawah persyaratan margin total dari pertukaran atau broker tertentu.

Keuntungan dan Kerugian

Keuntungan yang paling jelas dari perdagangan margin adalah kenyataan bahwa hal itu dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar karena nilai relatif yang lebih besar dari posisi perdagangan.  Selain itu, perdagangan margin dapat berguna untuk diversifikasi, karena pedagang dapat membuka beberapa posisi dengan jumlah modal investasi yang relatif kecil.  Akhirnya, memiliki akun margin dapat memudahkan pedagang untuk membuka posisi dengan cepat tanpa harus memindahkan sejumlah besar uang ke akun mereka.

Untuk semua upside-nya, margin trading memang memiliki kerugian yang jelas dari peningkatan kerugian dengan cara yang sama sehingga dapat meningkatkan keuntungan.  Tidak seperti perdagangan spot biasa, margin trading memperkenalkan kemungkinan kerugian yang melebihi investasi awal trader dan, dengan demikian, dianggap sebagai metode perdagangan berisiko tinggi.  Tergantung pada jumlah leverage yang terlibat dalam perdagangan, bahkan penurunan kecil dalam harga pasar dapat menyebabkan kerugian besar bagi para pedagang.  Untuk alasan ini, penting bagi investor yang memutuskan untuk menggunakan perdagangan margin menggunakan strategi manajemen risiko yang tepat dan menggunakan alat mitigasi risiko, seperti stop-limit order.

PerdaganganMargin di Pasar Crypto

Perdagangan dengan margin secara inheren lebih berisiko daripada perdagangan biasa, tetapi ketika menyangkut cryptocurrency, risikonya bahkan lebih tinggi.  Karena tingkat volatilitas yang tinggi, tipikal untuk pasar ini, pedagang margin cryptocurrency harus sangat berhati-hati.  Sementara lindung nilai dan strategi manajemen risiko mungkin berguna, margin trading tentu tidak cocok untuk pemula.

Mampu menganalisis grafik, mengidentifikasi tren, dan menentukan titik masuk dan keluar tidak akan menghilangkan risiko yang terlibat dengan perdagangan margin, tetapi mungkin membantu untuk mengantisipasi risiko lebih baik dan berdagang lebih efektif.  Jadi sebelum meningkatkan perdagangan mata uang kripto, pengguna disarankan terlebih dahulu untuk mengembangkan pemahaman yang tajam tentang analisis teknis dan untuk memperoleh pengalaman perdagangan spot yang luas.

Pendanaan Margin

Bagi investor yang tidak memiliki toleransi risiko untuk terlibat dalam perdagangan margin sendiri, ada cara lain untuk mendapat untung dari metode perdagangan leverage.  Beberapa platform perdagangan dan pertukaran mata uang kripto menawarkan fitur yang dikenal sebagai pendanaan margin, di mana pengguna dapat melakukan uang mereka untuk mendanai perdagangan margin pengguna lain.

Biasanya, proses ini mengikuti persyaratan tertentu dan menghasilkan suku bunga dinamis.  Jika seorang pedagang menerima persyaratan dan menerima penawaran, penyedia dana berhak untuk membayar kembali pinjaman dengan bunga yang disepakati.  Meskipun mekanismenya mungkin berbeda dari pertukaran ke pertukaran, risiko penyediaan dana margin relatif rendah, karena fakta bahwa posisi leverage dapat dilikuidasi secara paksa untuk mencegah kerugian yang berlebihan.  Namun, dana margin mengharuskan pengguna untuk menyimpan dananya di dompet pertukaran.  Jadi, penting untuk mempertimbangkan risiko yang terlibat dan memahami cara kerja fitur dalam pertukaran pilihan mereka.

Penutup

Tentu saja, margin trading adalah alat yang berguna bagi mereka yang ingin memperbesar keuntungan dari perdagangan mereka yang sukses.  Jika digunakan dengan benar, perdagangan leverage yang disediakan oleh akun margin dapat membantu dalam profitabilitas dan diversifikasi portofolio.

Namun, sebagaimana disebutkan, metode perdagangan ini juga dapat memperbesar kerugian dan melibatkan risiko yang jauh lebih tinggi.  Jadi, seharusnya hanya digunakan oleh pedagang yang sangat terampil.  Karena terkait dengan cryptocurrency, margin trading harus didekati dengan lebih hati-hati karena tingginya tingkat volatilitas pasar. [BinanceVision]

Follow Twitter:
Bitcoiner Pro Indonesia

#bitcoinerproindonesia #MarginTrading #TradingMargin #PerdaganganMagin #CryptoTrading #TradingCrypto #PerdaganganCrypto #cryptocurrency#leverage #LeverageTrading #TradingLeverage #PerdaganganLeverage


Strategi Trading Bitcoin yang Terbukti Membawa Keberhasilan


#TradingBitcoin #traderbitcoin #bitcoiner #bircoinerproindonesia

Bagaimana strategi trading #Bitcoin agar mendapat keuntungan besar? Tentunya Anda para trader juga pernah mempertanyakan hal ini bukan.

Mari jadikan trading Anda lebih menguntungkan dengan mengenal beberapa strategi trading Bitcoin yang terbukti membawa keberhasilan berikut ini!

Trading Bitcoin Itu Sulit?

Pasar #cryptocurrency atau mata uang digital terkenal akan rentang fluktuasi harganya yang ekstrim. Hal ini juga yang menyebabkan mereka menarik untuk dilakukan, namun sulit untuk dipelajari.

Tidak perlu dipungkiri lagi bahwa semua orang melakukan trading Bitcoin untuk memperoleh keuntungan.

Dengan demikian, jelas bahwa Anda tidak bisa sembarangan melakukannya, melainkan harus memahami teknik dasarnya terlebih dahulu.

Teknik paling mendasar dimulai dengan mengenal kondisi pasar yang umumnya terbagi menjadi 3 kondisi berikut:

1. Kondisi Pasar Super Positif

Kondisi pasar super positif merupakan sebuah kondisi di mana harga Bitcoin cenderung akan terus naik sepanjang hari.

Sebagai contoh suatu pagi harga Bitcoin adalah Rp142.000.000, namun 3 jam kemudian naik menjadi Rp143.000.000, dan 5 jam berikutnya naik kembali menjadi Rp144.000.000, dan demikian seterusnya.

Dengan mengingat prinsip trading Bitcoin yakni, “Membeli di harga yang rendah dan menjualnya di harga yang lebih tinggi”, maka bisa dibilang kondisi pasar seperti ini sangat mendukung.

Anda bisa menikmati kenaikan sedikit demi sedikit hingga kenaikan pasar menjadi jenuh.

Saat pasar jenuh, beristirahatlah membeli sejenak hingga harga bisa turun kembali.

2. Kondisi Pasar Super Negatif

Berkebalikan dari kondisi pasar pertama tadi, kondisi pasar super negatif menunjukan penurunan harga dalam perdagangan Bitcoin.

Sebagai contoh suatu pagi harga Bitcoin adalah Rp142.000.000, namun 3 jam kemudian turun menjadi Rp141.000.000, dan 5 jam berikutnya turun kembali menjadi Rp140.000.000, dan demikian seterusnya.

Saat kondisi pasar sedang seperti ini, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk membeli karena kemungkinan besar Anda akan mengalami kerugian. Kecuali Anda memang memikirkan investasi jangka panjangnya.

Namun, bukan berarti kondisi pasar ini tidak bisa membawa keuntungan.

Sebagai contoh, saat Anda memiliki 0.2 Btc dengan harga beli Rp142.000.000, kemudian harga turun menjadi Rp141.000.000. Anda kemudian menyadari bahwa ada kecenderungan harga akan turun kembali menjadi Rp140.000.000.

Pada saat itulah Anda bisa menjual 0.2  Btc dengan harga Rp141.000.000, sehingga Anda memperoleh Rp28.200.000.

Dengan uang tersebut, Anda kemudian bisa membeli kembali Bitcoin saat harganya sedang turun menjadi Rp140.000.000. Alhasil Anda memperoleh 0.2014 Btc.

Setelah itu, beristirahatlah hingga ada pergerakan naik pada harga Bitcoin, dan mulailah lakukan trading kembali.

Mengingat pada jangka panjang demand Bitcoin semakin meningkat sehingga harganya pun berpotensi untuk terus naik.

3. Kondisi Pasar Stagnan

Kondisi ketiga dalam trading Bitcoin adalah saat kondisi pasar stagnan alias harga Bitcoin seolah tidak berubah.

Umumnya kondisi pasar seperti ini membuat para trader bosan.  Namun jangan salah kondisi pasar ini juga bisa memberikan keuntungan bagi Anda.

Hal ini mungkin terjadi bagi para pedagang Bitcoin yang melakukan scalping (perdagangan pada kondisi jangka waktu yang sangat pendek, kurang dari 1 jam dengan frekuensi sering dan dengan target penjualan kecil).

Pergerakan harga saat kondisi stagnan sangat mudah diprediksi, yakni dengan memasukkan jaring harga beli di low dan tentukan harga jual sedikit lebih tinggi dari harga tadi. Secara otomatis Anda akan memperoleh keuntungan dengan cara ini.

Dengan demikian, jangan pernah merasa bosan atau jenuh dengan kondisi stagnan.

Justru Anda bisa memanfaatkannya dengan cara di atas di mana Anda akan terus memperoleh notifikasi transaksi berhasil dan mendapat keuntungan sedikit demi sedikit.

Sebagai trader Bitcoin, bukan hanya kondisi pasar saja yang perlu diperhatikan. Anda juga harus menentukan strategi yang akan digunakan.

Selain itu, jangan sampai Anda lupa akan salah satu hal yang paling penting dalam keuangan, yaitu perencanaan.

Lakukan perencanaan keuangan sedini mungkin agar kebebasan finansial dapat tercapai.

Bitcoiner Pro Indonesia 
@Proindonesis

Cara Mentransfer Coin Crypto dari Satu Market Ke Market Lain


#bitcoinerproindonesia #deposit #withdrawall 

Mungkin anda selama ini hanya melakukan aktivitas trading di suatu market lokal seperti INDODAX dan ingin  mencoba trading di market lain dengan pertimbangan di market lain varian coinnya lebih banyak dan volume transaksi sangat jauh lebih besar, namun Anda tidak tahu bagaimana cara memulainya. Atau anda tidak tahu bagaimana cara memasukan modal trading Anda. Jika market yang menjadi tujuan Anda itu masih berada di Indonesia (market lokal), mungkin Anda tahu caranya yaitu dengan memasukan modal trading dari Bank lokal ke market tersebut menggunakan mata uang Indonesia yaitu Rupiah.

Untuk market luar memang akan berbeda lagi. Modal trading masuk ke market tersebut melalui Bank  lokal dimana market tersebut berada, misalnya marketnya berada di Singapura. Tentu market tersebut akan Link dengan bank bank yang ada disana  dan tentu transaksi menggunakan mata uang dolar Singapura. Memang ada beberapa market luar yang tidak hanya menerima Deposit dalam bentuk mata uang lokal saja tapi juga menerima dalam mata uang Dolar US melalui cradit card atau melalui platform pembayaran global seperti PayPal, namun ini sudah tentu akan merepotkan kita.

Untuk melakukan aktivitas trading di market luar bukanlah hal yang sulit. Untuk memulai trading di suatu market kita tidak diharuskan memasukan modal trading dalam bentuk mata uang lokal. Modal trading kita dapat kita masukan dalam bentuk coin yang ada dalam list trading di market tersebut. Anda dapat melakukan transfer coin tersebut dari market dimana anda sekarang melakukan aktivitas trading ke market tujuan Anda.

Perlu Anda ketahui bahwa varian koin setiap market tidaklah sama. Ada market yang varian coinnya di bawah sepuluh coin, ada yang puluhan coin dan ada juga hingga ratusan coin. Dalam hal ini tentunya syarat utama untuk mentransfer coin ke suatu market, coin tersebut harus ada dalam list trading pada market tujuan.

💥 Cara Mentransfer Coin dari Satu Market ke Market Lain.

Sebelum masuk ke dalam teknis mentransfer, Anda harus mengetahui terlebih dahulu tentang beberapa hal:

A. Dompet (Wallet)

Setiap coin di sebuah market itu untuk setiap PRIBADI (trader) memiliki dompet dan setiap dompetnya memiliki alamat (address) berupa susunan huruf dan angka. Misalkan kita terdaftar di market A dan juga terdafatar di market B maka untuk satu coin yang sama (misalnya coin Bitcoin/BTC), di market A kita memiliki alamat wallet coin BTC dan di market B memiliki alamat wallet coin BTC. Jadi kita memiliki  2 alamat wallet coin BTC. Ini yang menjadi dasar kita untuk melakukan transfer suatu coin ke market lain. Melakukan transfer coin BTC dari alamat wallet coin BTC market A ke alamat wallet coin BTC market B.

Alamat wallet ini sangat penting dan tudak boleh satu karakter pun salah. Jika kita melakukan kesalahan didalam memasukan alamat wallet (misalnya yang harusnya huruf "X" menjadi "x") maka coin tesebut tidak akan  sampai ke tujuan atau masuk ke wallet milik orang lain dan ini tidak dapat kembali kepada kita. Oleh karena itu kita harus memastikan terlebih dahulu alamat wallet tujuan apakah sudah benar.

B. Fee (Biaya)

Jika kita hendak melakukan transfer suatu coin dari market A ke market B akan dikenakan Fee (biaya) oleh market A. Besarnya fee yang dikenakan itu tergantung dari market tersebut dan tergantung dari jenis coin yang ditransfer.

Fee untuk setiap coin berbeda-beda, namun fee tidak bergantung dari seberapa besar coin yang ditransfer. Sebagai contoh : kita hendak mentransfer coin #Doge dari market A ke market B. Market A sudah mematok besar Fee Doge yang dikenakan missalnya 100 Doge. Seberapa besarpun coin Doge yang hendak ditransfer akan dikenakan Fee sebesar 100 Doge.

Fee untuk coin yang sama boleh jadi akan berbeda beda besarnya antara market A dengan market B. Sebagai contoh : Di market A untuk setiap transfer coin Doge dikenakan Fee sebesar 5 Doge, namun di market B dikenakan 100 Doge.

Seperti sudah disebutkan di atas bawah Fee yang dikenakan tergantung dari coinnya, setiap coin berbeda-beda besarnya. Kita ambil contoh: Biaya transfer untuk coin #Bitcoin di market A akan dikenakan Fee sebesar 0.0005 BTC dan untuk coin Doge dikenakan Fee sebesar 5 Doge. Mari kita hitung satu persatu berapa biaya transfer untuk masing masing Coin

● Bitcoin
Harga BTC saat ini misalnya Rp.138.000.000/btc, maka fee 0.0005 BTC adalah Rp.69.000.

● Doge
Harga Doge saat ini misalnya Rp. 40/doge, maka fee 5 Doge adalah Rp.200.

Sungguh perbedaan fee yang sangat jauh antara kedua coin tersebut.

Pemahaman tentang perbedaan Fee ini sangat berguna untuk menekan Fee yang besar saat kita hendak melakukan transfer coin. Dari kedua contoh coin di atas Anda dapat membuat strategi saat Anda melakukan transfer. Misalnya Anda hendak mentransfer Bitcoin dari market A ke market B. Anda dapat membuat strategi untuk menekan Fee Bitcoin yang cukup besar itu. Anda membeli Doge terlebih dahulu di market A lalu Anda mentransferkannya ke market B dan di market B Anda dapat menjual Doge menjadi Bitcoin.

C. Withdrawall dan Deposit

Istilah Withdrawall disebutkan jika Anda menarik ke luar coin crypto/fiat dari suatu market ke market lain. Dan istilah Deposit disebutkan jika Anda memasukan ke dalam coin crypto/fiat dari suatu market ke market lain. Misalkan Anda melakukan transfer dari market A ke Mark B maka bagi market A disebut Withdrawall dan bagi Market B disebut Deposit.

D. Langkah- langkah dalam melakukan transfer

◼ Mengetahui Alamat Wallet Coin di tempat tujuan.

Ini merupakan hal yang sangat penting, jika salah alamat maka coin Anda tidak akan sampai ke tujuan dan tak akan dapat ditarik kembali. Jadi untuk itu pastikan bahwa alamat wallet tujuan sudah benar.

Perlu Anda ketahui, ada beberapa coin yang saat kita hendak mentransfernya harus menyertakan "TAG" berupa code angka dan huruf. Ini juga sangatlah penting dan tidak boleh sampai salah. Jika salah maka konsekwensinya sama seperti jika alamat wallet salah.

Untuk memperjelas langkah langkah mentransfer coin Crypto dari satu market ke market lain  sebaiknya kita ambil contoh langsung ke Market. Misalnya Anda berniat untuk melakukan trading di market BINANCE Exchange dan modal trading Anda berasal dari market INDODAX. Pertama tama Anda harus membuka akun di BINANCE dengan melakukan registrasi atau pendaftaran (Sign Up) dan melengkapi syarat syarat yg diminta seperti verifikasi data diri dan membuat scurity akun. Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan dana Anda di INDODAX ( rekomendasi:  coin Doge) dan kemudian mencari alamat wallet coin di BINANCE. Kita mulai dengan mencari alamat wallet coin Doge (sesuai rekomendasi) di BINANCE. Caranya, dari tampilan halaman utama BINANCE Exchange :

● Click "Wallet"


● Click "Balance"


● Ketik "Doge" di kotak Search



● Click "Deposit"


● Clik "Copy Address"


● Pastekan ke Notepad atau media editor lainnya dan simpan. Sekarang Anda sudah mendapatkan alamat wallet Doge Anda di BINANCE Exchange.


◼ Mulai melakukan transfer coin Doge Anda dari INDODAX ke wallet Doge Anda di BINANCE

● Dari Dashboard di INDODAX  Click "DOGE/IDR"


 ● Click  "(Deposit/Withdraw) DOGE"


● Clic "Kirim Dogecoin"


● Isi  kolom "Jumlah DOGE" dan click "Pilih Alamat Penarikan"


● Click " + Alamat Baru"


● Isi kolom label (misalnya : Alamat Doge Binance), Isi kolom Alamat Dogecoin Baru dengan alamat wallet yang berasal dari BINANCE (copy dari notepad dan Pastekan ke kolom ini), Isi kolom code konfirmasi yang diberikan via SMS atau PIN Google Authenticator via App. Lalu click "KIRIM".


● Setelah mengclick "KIRIM" Anda diminta untuk konfirmasi sekali lagi via email. Check di email Anda.

● Tunggu 15 menit sampai 1 jam, cek wallet Doge di BINANCE apakah Doge sudah diterima.

Selesai.

Ingin buka Akun Trading  di BINANCE Exchange, silakan daftar di sini.



#depositcrypto #withdrawallcrypto #depositcryptocurrency #withdrawallcryptocurrency #cryptotrading #tradingcrypto

Bitcoiner Pro Indonesia

Pengetahuan Dasar untuk Memulai Trading Cryptocurrency


Sebelum mulai #trading cryptocurrency (mata uang cryto) Anda perlu melakukan kegiatan #investasi terlebih dahulu. Namun investasi yang dimaksud di sini bukanlah investasi di instrumen keuangan, melainkan investasi berupa memperdalam pengetahuan mengenai trading. Ilmu trading ini didapat dari materi-materi tentang #cryptocurrency yang tersebar di internet. Atau belajar dari trader-trader berpengalaman, baik dalam forum seminar ataupun di forum online #KomunitasTrader.  

Secara garis besar, Anda akan mempelajari pengetahuan-pengetahuan dasar seputar trading yang akan berguna sebagai bekal agar bisa mengelola akun trading Anda ke arah #profit, antara lain:  

Trading Plan

Trader yang mengalami kerugian banyak disebabkan karena minimnya ilmu mengenai trading yang dimiliki. Banyak yang berharap bisa cepat kaya dalam hitungan bulan. Padahal proses menguasai #IlmuTrading memerlukan waktu dan kesediaan untuk menimba ilmu dari #trader berpengalaman atau sumber-sumber pengetahuan lainnya.

Trading di Cryptocurrency dan pasar keuangan lainnya bukan hanya proses mengambil selisih keuntungan dari harga "jual" dikurangi harga "beli". Lebih dari itu ada proses menimba ilmu dan strategi. Dalam trading dibutuhkan perencanaan karena jika keputusan membeli dan menjual berdasarkan feeling saja maka tidak ada bedanya dengan berjudi. Anda memerlukan sebuah perencanaan dalam trading.

Dalam rencana trading, Anda menentukan persen modal digunakan, berapa batas kerugian yang ditolerir dan berapa profit yang diincar. Sesudah itu konsistenlah dengan rencana trading Anda.

Trading Desuai dengan Arah Tren

Sudah menjadi rumusan utama di dunia trading agar jangan pernah melawan arah pasar. Karena itu di saat pasar #bullish (tren naik), pasang posisi Beli demikian pula saat pasar #bearish (tren turun), pasang posisi Jual. Awal mula sebuah tren dapat dimulai pada awal sesi perdagangan namun juga bisa terjadi pada tengah sesi perdagangan saat ada peristiwa besar, tidak lama usai rilis data pada kalender crypto atau pengumuman kebijakan pemerintah suatu negara terhadap crytocurrency 

Siap Menerima Kerugian

Setiap trading selalu ada risikonya. Seperti halnya trading barang fisik, trading cryptocurrency dan emas juga ada risiko. Karena itu, siapkan mental Anda dan buat rencana trading yang baik agar kerugian diminimalisir. 

Mungkin Anda mengeluarkan uang atau waktu untuk menguasai pengetahuan di atas yang menjadi prinsip dasar dari trading. Namun percayalah, pengetahuan ini tidak sia-sia karena akan membantu Anda menuju tujuan trading Anda.

Istilah dalam Dunia Trading 

Saat Anda memutuskan untuk belajar trading  cryptocurrency, banyaknya istilah dan singkatan yang digunakan dalam proses trading mungkin terasa membingungkan. Namun, sebenarnya hanya ada beberapa istilah dasar yang penting untuk Anda ketahui. Berikut adalah beberapa istilah dasar dalam trading yang perlu Anda ingat dan pahami:

 ● Exchange Rate

Nilai dari suatu crytocurrency tertentu terhadap cryptocurrency atan mata uang lain. Sebagai contoh, jika tertulis #ExchangeRate BTC/USD = 11.000, berarti 1 BTB bernilai seharga 11.000 USD. Contoh lain jika tertulis Exchange Rate ETH/BTC = 0.0261, berati 1 ETH bernilai seharga 0.0261 BTC.

Pip

Perubahan nilai paling kecil yang dapat terjadi pada suatu pasangan mata uang cryto. Sering juga disebut sebagai poin. Sebagai contoh, 1 pip untuk pasangan BTC/USD adalah $1 dan 1 pip untuk pasangan ETH/BTC adalah 0.0001 (4 Decimal).

Leverage

#Leverage merupakan fitur trading yang memungkinkan Anda mengontrol perdagangan dengan jumlah yang lebih besar dari modal yang Anda miliki. Sebagai contoh, dengan leverage 1:100, Anda dapat membuka posisi trading hingga sebesar 0.1 BTC hanya dengan modal awal 0.001 BTC

Dengan leverage, Anda dapat memperbesar profit yang Anda dapatkan, namun juga meningkatkan potensi loss jika posisi yang Anda buka justru bergerak melawan arah perkiraan harga. Untuk itu, bagi Anda yang sedang belajar trading, sebaiknya menggunakan leverage yang tidak terlalu besar untuk meminimalisir kerugian.

Margin

#Margin merupakan besar deposit yang dibutuhkan untuk membuka atau mempertahankan suatu posisi trading. Margin terbagi atas 'used' dan 'free'. #UsedMargin adalah besar dana yang Anda gunakan untuk mempertahankan suatu posisi trading. Sementara free margin berarti jumlah dana yang tersedia di akun Anda dan siap digunakan untuk membuka posisi trading lain.

Spread

#Spread merupakan perbedaan harga beli dan harga jual atau bid dan ask dari sebuah pasangan mata uang. Sebagai contoh, jika pasangan BTC/USD berada pada 10.350/100, maka spreadnya adalah 100 pip, yaitu antara 10.350 dan 10.450

Long dan Short

Dalam trading cryptocurrency dikenal perdagangan dua arah, yaitu pada saat kondisi pasar naik, maupun turun. Untuk mendapatkan profit pada saat pasar naik, Anda harus membeli pada harga murah, dan menjualnya saat harga tinggi. Hal ini dikenal sebagai posisi #long.

Sementara itu, jika pasar sedang bergerak turun, maka Anda harus terlebih dulu menjual dengan harga tinggi, baru kemudian membelinya di harga murah. Posisi seperti ini disebut sebagai posisi #short.

● Arbitrage

#Arbitrage ( #arbitrase ) adalah prosedur pembelian produk di pasar secara simultan pada harga serendah mungkin, dan menjualnya pada harga yang lebih tinggi guna memperoleh keuntungan. Dalam konteks crypto prosedur ini memungkinkan para trader untuk mengambil keuntungan dari perbedaan harga cryptocurrency asing dalam jangka waktu yang singkat.



#CryptocurrencyTrading 

Bitcoiner Pro Indonesia 

Pengenalan Singkat Tentang Blockchain


🔴 Definisi Blockchain

Sebagai teknologi masa depan, blockchain ini menjadi fasilitas untuk bertransaksi secara online yang lebih aman. Untuk menggambarkan istilah mudahnya, blockchain ini merupakan sebuah sistem pencatatan atau sebuah database yang penggunaannya tersebar sangat luas melalui jaringan. Seringkali blockchain ini sendiri disebut sebagai distributed ledger. Berisi catatan-catatan transaksi keuangan yang telah terjadi, disimpan dalam komputer dan tersebar dalam jaringan.

Ayoo... berburu coin. Disini !!!

Jika Anda membayar sebuah pakaian di supermarket dengan gesekan kartu kredit, maka Anda dan pihak supermarket penyedia pakaian memanfaatkan pihak ketiga sebagai jaminan transaksi. Dengan kata lain, gesekan kartu kredit tersebut membuat uang yang Anda bayarkan ditransfer kepada pihak supermarket. Namun yang menjadikan kedua pihak ini saling percaya adalah pihak ketiga atau pihak penyedia  kartu kredit ini sendiri. Sementara saat Anda menggunakan teknologi blockchain, pihak ketiga penyedia kartu yang Anda gesek tidak lagi diperlukan.

Apakah catatan ini terjamin aman untuk menyimpan setiap transaksi keuangan yang telah terjadi? Tentu saja karena catatan yang telah dimasukkan tidak mudah diubah secara retroaktif. Mengingat perubahan hanya dapat dilakukan jika semua blok setelahnya hingga jaringan juga harus mengalami perubahan. Hal ini menjadikan teknologi blockchain memungkinkan setiap penggunanya dapat melakukan verifikasi sekaligus transaksi audit yang sangat murah.

🔴 Sejarah Blockchain

Teknologi blockchain ini pertama kali diperkenalkan oleh Stuart Haber dan W. Stornetta. Saat itu pekerjaan pertama dilakukan pada balok-balok dengan aman menggunakan crytographically, tepatnya pada tahun 1991. Tepat pada tahun 1992, Haber dan Stornetta berkolaborasi dengan Bayer membuat gabungan antara pohon merkle dan blockchain yang mampu meningkatkan efisiensi sehingga terkumpul beberapa dokumen menjadi sebuah blok.

Distribusi pertama kali blockchain, yang menjadi titik popularitas teknologi digital ini digagas oleh seorang Satoshi Nakamoto. Saat itu pendistribusian tidak hanya dilakukan olehnya namun juga didukung oleh sekelompok anonim, tepatnya pada tahun 2008. Pada tahun 2008 ini, teknologi blockchain kembali sangat populer saat diaplikasikan sebagai salah satu komponen bitcoin atau banyak dikenal sebagai salah satu mata uang digital. Fungsi teknologi blockchain ini pada bitcoin digunakan untuk buku besar dari semua transaksi.

Penggunaan blockchain pada bitcoin ini sendiri, menjadikan bitcoin sebagai salah satu mata uang digital yang mampu menjadi solusi pembelanjaan ganda. Pada tahun 2014, teknologi blockchain ini terus berinovasi hingga merilis versi blockchain 2.0 yang penggunaannya semakin mudah. Membuat pengguna dapat menuliskan kontrak cerdas, lebih canggih dan memungkinkan pembuatan faktur yang dapat membayar sendiri ketika kiriman datang. Juga memungkinkan untuk berbagi sertifikat otomatis dengan mengirimkan deviden pemilik saat keuntungan telah mencapai tingkatan tertentu.

🔴 Cara Kerja Blockchain

Dalam sistem keuangan manual, untuk memastikan tidak ada uang yang hilang daam setiap transaksi, maka setiap transaksi yang melibatkan proses perpindahan uang akan dicatat dalam sebuah buku besar. Biasanya setiap institusi keuangan memiliki buku besar sekaligus pencatatan dengan benar. Penggunaan platform pembayaran secara digital, membuat perantara bertanggung jawab atas pencatatan transaksi ini.

Sistem kerja konvensional tersebut menjadikan platform pembayaran memiliki satu buku besar yang menjadi acuan pihak yang tengah bertransaksi. Hal ini menjadikan risiko peretasan sangat tinggi. Mengingat satu buku besar tersebut berpeluang untuk diubah isinya. Sementara blockchain hadir untuk mengisi kekurangan dari platform konvensional ini. Blockchain tidak menggunakan pihak ketiga dalam hal ini perantara sehingga risiko peretasan dapat dihilangkan.

Sistem pencatatan yang digunakan blockchain justru terdistribusi ke seluruh jaringan komputer yang telah dilibatkan dalam sistem. Uniknya, buku besar yang tersebar ini identik atau memiliki sifat yang sama. Terjadinya transaksi harus diumumkan sekaligus akan dilakukan verifikasi oleh keseluruhan komputer yang terlibat sehingga dapat dinyatakan sah. Saat transaksi telah diverifikasi, maka catatan akan diletakkan pada blok yang terenkripsi bersama blok transaksi yang dilakukan sebelumnya dan juga sesudahnya sehingga sangat aman dari peretasan.

#blockchain #crypto #uangdigital #technologydigital #satoshi

Manfaat Bergabung dengan Airdrops untuk Mendapatkan Koin Gratis


Anda sedang mempertimbangkan untuk ikut-ikutan dan bergabung dengan airdrop untuk mengumpulkan koin gratis. Tetapi Anda masih memiliki banyak pertanyaan. Apakah itu cara yang tepat untuk memasuki dunia crypto? Mengapa saya harus bergabung dengan airdrop? Apa cara terbaik untuk memulai? Bisakah Anda mendapat manfaat dari bergabung dengan distribusi airdrop?

Jika Anda ragu apakah Anda harus terlibat dengan crypto airdrops, simak beberapa manfaat dari bergabungnya ke airdrops :

[1] Coba Sebelum Anda Membeli


Anda mungkin setidaknya sekali dalam hidup Anda pernah mencoba Versi Gratis dari sebuah software. Mengapa uji coba gratis? Karena Anda ingin memastikan bahwa Anda tidak membuang-buang waktu dan uang Anda. Banyak perusahaan software yang sukses membangun bisnis mereka menggunakan metode "Coba Sebelum Membeli".

Hal yang sama berlaku dengan airdrop: itu adalah versi cryptocurrency dari freebie. Sebelum Anda terlibat, Anda selalu dapat mencobanya untuk melihat apakah itu bekerja untuk Anda.

[2] Bergabung dengan Airdrops adalah Tiket Bebas Resiko Anda untuk Memasuki Dunia Crypto


Dunia Crypto menggoda dan penuh kemungkinan, tetapi di sisi lain, dunia ini juga tidak diatur dan berisiko untuk berinvestasi. Dengan airdrop, Anda tidak perlu menginvestasikan uang atau menyumbang ke proyek yang mungkin scam. Satu-satunya risiko dengan crypto airdrop adalah diretas atau kehilangan kunci pribadi Anda. Tetapi meskipun begitu, yang Anda bisa kehilangan hanyalah koin gratis.

[3] Koin yang Anda dapatkan GRATIS


Semua orang suka barang gratis. Di dunia crypto, itu adalah ICO airdrops - sebuah perusahaan atau tim pengembangan dapat mendistribusikan token kepada pengguna secara gratis. Anda dapat memikirkan airdrops seperti hadiah atau uang gratis. Dengan bergabung dengan airdrop, Anda membantu ICO mendapatkan perhatian dan karenanya Anda mendapatkan hadiah berupa koin atau token gratis.

[4] Crypto Airdrops Dapat Meningkat Nilainya


Beberapa airdrop tidak hanya meningkatkan nilainya, tetapi juga mencapai nilai yang sangat tinggi. Misalnya, airdrop Oyster Pearl mengalami peningkatan besar. Pada bulan November 2017, Oyster Pearl mendistribusikan 2227 PRL secara eksklusif kepada pelanggan Airdrop Alert. Pada akhir kampanye, nilai puncak airdrop adalah sekitar $ 11.000. Apakah Anda termasuk orang yang bergabung dengan airdrop ini?

[5] Anda Akan Memiliki Kesempatan untuk Menjadi Bagian dari Proyek Baru dan Menarik


Bergabung dengan airdrop adalah peluang besar bagi Anda untuk terlibat dengan startup crypto / blockchain sejak awal. Anda tidak pernah tahu kapan Minereum atau Stellar berikutnya dapat terjadi, dan Anda pasti tidak ingin ketinggalan.

[6] Menjadi Pemburu Pro Pirdrop / Bounty dan Bekerja dari Rumah


Menjadi pemburu Airdrop dan Bounty profesional memberi Anda kesempatan untuk bekerja dan menghasilkan dari kenyamanan rumah Anda. Menemukan airdrop atau bounty yang berharga dan kemudian berpartisipasi dalam distribusi dapat menjadi sumber penghasilan tambahan yang luar biasa. 


[7] Pelajari & Hasilkan dengan Bergabung dengan Airdrops


Saat mengumpulkan koin gratis, Anda akan perlahan mempelajari lebih lanjut tentang dunia crypto. Anda juga akan memperhatikan bahwa ada banyak kesalahpahaman dan ketakutan yang mencegah komunitas crypto tumbuh secepat mungkin. 

Kesimpulan


Crypto airdrops adalah cara mudah untuk menghasilkan cryptocurrency. Satu-satunya tangkapan adalah tidak jatuh untuk scam dan tidak ketinggalan airdrop bernilai tinggi. 


Blockchain vs Database: Apa Perbedaannya?



Banyak orang masih bingung tentang perbedaan dan persamaan antara database dan blockchain.

Satu sumber kebingungan itu berasal dari fakta bahwa blockchain adalah jenis database karena ia digunakan untuk menyimpan informasi dalam struktur data yang disebut blok. Database tradisional juga menyimpan informasi, tetapi ia melakukannya dalam struktur data yang disebut tabel.

Meskipun blockchain adalah database, database bukan blockchain.

Keduanya tidak dapat dipertukarkan, karena walaupun keduanya digunakan untuk menyimpan informasi, keduanya berbeda dalam desain dan tujuannya. Ini memahami tujuan yang berbeda antara keduanya yang memungkinkan untuk memahami mengapa blockchain diperlukan, dan mengapa database lebih cocok untuk beberapa kasus penyimpanan data.

Database Tradisional


Database tradisional dirancang untuk menggunakan arsitektur client-server. Dalam desain ini pengguna dapat memodifikasi data yang disimpan dalam database pada server terpusat. Setiap basis data memiliki otoritas tunggal yang ditunjuk untuk mengotentikasi setiap pengguna sebelum mengizinkan mereka mengakses database.

Client Server Architecture Database
Hubungan klien / server dengan database

Karena akses ke database dikendalikan oleh satu administrator, dimungkinkan untuk mengubah atau menghapus data jika administrator atau akun mereka dikompromikan. Dalam kebanyakan kasus, jika seseorang bisa mendapatkan akses ke database maka mereka juga dapat mengeksfiltrasi data dan menggunakannya untuk kejahatan.


Database Blockchain


Database blockchain tidak berada di server terpusat. Alih-alih itu dirancang untuk berada pada node yang didesentralisasi, yang dapat berjumlah ribuan atau bahkan jutaan. Setiap node adalah bagian dari administrasi blockchain. Semua node dapat memasukkan informasi baru di blockchain, dan semua node memverifikasi penambahan ke blockchain.

Mayoritas node harus mencapai konsensus untuk memverifikasi penambahan informasi baru. Konsensus ini adalah yang menyediakan keamanan bagi jaringan, dan sangat sulit untuk mengubah atau menghapus informasi begitu ditambahkan ke blockchain. Selain itu, blockchain diamankan dengan kriptografi canggih yang membuatnya lebih sulit untuk mengubah data.

How Blockchain Works

Bagaimana sebuah Blockchain bekerja

Sisi positif dari perbedaan ini adalah bahwa database tradisional cukup baik dalam menyimpan data untuk penggunaan tertentu, sedangkan blockchains cocok untuk serangkaian penggunaan yang berbeda. Mari kita perhatikan beberapa perbedaan antara keduanya serta kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kontrol Terdesentralisasi


Salah satu fungsi utama dari blockchain adalah memungkinkan berbagi informasi antara dua pihak yang tidak saling mempercayai tanpa memerlukan administrator pusat. Setiap transaksi diproses oleh jaringan total menggunakan mekanisme konsensus. Ini membuat catatan bersama di semua pengguna secara bersamaan.

Kontrol terdesentralisasi sangat berharga karena ia menghindari risiko yang melekat dalam kontrol terpusat. Jika Anda harus bekerja dengan database tradisional terpusat selalu ada risiko bahwa seseorang dengan hak istimewa yang cukup dapat mengubah atau menghapus data penting dalam sistem. Administrator membatasi ini, tetapi bahkan administrator dapat menjadi aktor jahat dalam sistem.

Decentralization Benefits

Manfaat desentralisasi

Memang benar bahwa beberapa administrator telah mendapatkan kepercayaan. Sebagai contoh, bank mencatat transaksi dan menahannya dalam database terpusat, namun orang belum melihat uang mereka menghilang dari bank.


Tentu saja itu juga berarti bahwa bank-bank membelanjakan uang dalam jumlah yang sangat besar (yang merupakan sumber daya) untuk menjaga basis data tersebut tetap aman dan aman dari para peretas dan pencuri data. Selama administrator berperilaku baik, kami tetap aman, tetapi selalu ada kesempatan bagi administrator untuk menghancurkan kepercayaan kami.

Immutability


Database tradisional menyimpan informasi mereka dalam keadaan yang mutakhir hingga saat tertentu. Mereka bukan real-time, tetapi ada sebagai snapshot dari titik waktu tertentu.

Basis data Bloackchain selalu diperbarui dalam waktu nyata dan menjaga semua informasi yang pernah disimpan di dalamnya. Ini berarti mereka memberikan sejarah mereka sendiri sambil tetap terkini di saat ini. Ini membuat blockchains lebih dari sekedar database, mereka juga merupakan sistem pencatatan.

Database Blockchain telah disebut tidak dapat diubah, dan itu karena biaya yang terlibat dalam mengubah atau mengkompromikan blockchain yang membuatnya tidak dapat diubah.

Performa


Blockchain unggul sebagai sistem catatan dan sebagai platform untuk melakukan transaksi, tetapi dalam hal kinerja mereka sangat lambat dibandingkan dengan database modern, seperti yang digunakan dalam sistem perbankan atau pembayaran seperti Visa.

Mungkin inilah sebabnya kinerja menjadi salah satu titik fokus utama bagi pengembang blockchain. Lebih banyak kecepatan dan blockchains yang lebih besar adalah tujuannya, tetapi blockchain akan selalu perlu mengorbankan beberapa kecepatan untuk menjaga keamanan. Bahkan, itu sering diberi label "Blockchain Trilemma".

Blockchain Speed Issues

Kecepatan Transaksi Blockchain vs. Sistem Terpusat

Masalah kinerja ini terjadi karena ribuan node dalam jaringan blockchain tidak berbagi dan menambah kekuatan pemrosesan mereka. Sebaliknya masing-masing adalah entitas independen yang berfungsi untuk memverifikasi transaksi, dengan hasil dibandingkan di seluruh jaringan sampai konsensus bahwa sesuatu terjadi tercapai.


Dalam kasus database tradisional terpusat, mereka telah melihat peningkatan kinerja sejalan dengan Hukum Moore. Setelah beberapa dekade peningkatan kinerja, basis data modern cukup cepat dan dapat berkembang menjadi sangat besar.

Kerahasiaan


Basis data Blockchain seperti Bitcoin sama-sama tidak bisa dikontrol dan dibaca-tidak terkontrol. Itu berarti tidak ada kerahasiaan karena siapa pun dapat menulis blok baru dan siapa pun dapat membaca blok yang ada.

Ada juga blockchain diizinkan yang dapat memiliki kontrol pada aspek membaca dan menulis blockchain. Itu berarti blockchain dapat dirancang sehingga hanya peserta yang memiliki izin yang dapat membaca dan menulis ke blockchain. Blokir pribadi dan diizinkan ini lebih seperti basis data tradisional terpusat.

Jika kerahasiaan adalah satu-satunya fitur yang diinginkan dan tidak ada masalah kepercayaan, maka tidak ada manfaat menggunakan teknologi blockchain dibandingkan teknologi basis data terpusat.

Mereka yang ingin menyembunyikan informasi pada blockchain menemukan bahwa ada sejumlah besar kriptografi yang diperlukan. Ini menempatkan beban komputasi tambahan pada node jaringan. Dalam hal ini, jauh lebih efektif untuk menyembunyikan data dalam basis data pribadi, yang bahkan tidak memerlukan konektivitas jaringan.

Keuntungan Masing-masing


Ada beberapa keuntungan berbeda untuk menggunakan database tradisional yang meliputi kecepatan dan skalabilitas transaksi, stabilitas sistem dan sejauh mana database dapat disesuaikan untuk membuatnya lebih ramah pengguna.

Blockchain memiliki serangkaian keunggulan berbeda yang mencakup keamanan, transparansi, imutabilitas, dan desentralisasi.

Masalah masing-masing


Masalah yang terkait dengan penggunaan database tradisional untuk menyimpan data termasuk masalah keamanan, kebutuhan akan akun administrator yang terpusat, dan satu-satunya titik kegagalan sistem tersebut. Ini sangat relevan dalam iklim saat ini mengingat daftar ekstensif peretasan data profil tinggi yang telah terjadi selama beberapa tahun terakhir.

Blockchain bukan tanpa masalah mereka sendiri yang meliputi kurangnya interoperabilitas, biaya transaksi yang tinggi, ukuran yang semakin meningkat dari blockchain, masalah skalabilitas, dan konsumsi energi yang besar dari blockchains Proof of Work.

Blockchains juga tidak ideal untuk orang-orang yang peduli dengan privasi informasi. Blockchain publik pada dasarnya terbuka untuk umum. Karena itu, ada sejumlah proyek penyimpanan blockchain yang telah mengembangkan opsi penyimpanan terdistribusi dan terenkripsi. Namun, ini masih baru pada tahap awal.

KESIMPULAN


Blockchain.     
                
• Tidak ada kontrol terpusat
•  Akses publik untuk siapa saja
• Perubahan dapat dilakukan oleh mereka yang menyelesaikan "pekerjaan"
• Lebih lambat karena propagasi yang terdesentralisasi
• Riwayat catatan & kepemilikan yang tidak dapat diubah


Database

• Admin melakukan perubahan (Terpusat)
• Berbasis izin (hak admin)
• Hanya entitas dengan akses baca / tulis yang dapat berubah
• Terpusat dan jauh lebih cepat
• Riwayat hanya ada sampai dihapus secara terpusat


Stabilitas dan kemudahan penggunaan basis data menjadikannya terbaik untuk perusahaan besar. Basis data juga diperlukan untuk sistem yang menangani jumlah data yang sangat besar dan yang perlu memproses ribuan transaksi per detik. Jika kepercayaan bukan merupakan masalah, basis data adalah solusi yang memadai, dan karena sifat pribadi dari basis data, informasi pribadi paling baik disimpan dalam basis data.

Blockchain ada untuk menciptakan kepercayaan dan memberikan transparansi. Ini membuatnya berguna untuk kasus rantai suplai, distribusi, dan penggunaan inventaris. Transparansi dapat membantu memerangi penipuan dalam industri seperti periklanan. Meskipun blockchains tidak bagus untuk penyimpanan data skala besar, mereka sangat ideal untuk memvalidasi informasi. Blockchains berfungsi dengan baik sebagai notaris dan dapat digunakan dalam aplikasi seperti tempat pemungutan suara.

Ada banyak aspek lain dari basis data dan blokir yang dapat dieksplorasi, tetapi saya pikir Anda sudah mulai mendapatkan gagasan tentang bagaimana keduanya berbeda, dan di mana masing-masing dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Bitcoiner Pro Indonesia

Ayoo... Berburu Coin Disini!!!

Initial Exchange Offer (IEO) vs Initial Coin Offering (ICO): Apa Perbedaannya?

Apakah Initial Exchange Offers merupakan tren baru di 2019?


OK, mari kita langsung ke titik di sini. Kami tidak akan memberi tahu Anda bagaimana ICO booming pada 2017 hingga awal 2018. Dan kami tidak akan menekankan bagaimana miliaran dolar dibesarkan selama periode waktu itu. Kami hanya akan memberi Anda perbandingan sederhana dari kedua model, dari sudut pandang investor.

Ayo... berburu koin disini!!!

Apa itu Penawaran Perdana?


Sederhananya, tidak seperti ICO (penawaran koin awal), IEO (penawaran pertukaran awal) tidak terbuka untuk umum. Anda harus menjadi pengguna pertukaran hosting untuk berpartisipasi dalam penjualan token. Sementara ICO memungkinkan kontributor untuk membeli token untuk dijual dengan mengirim dana ke alamat tertentu, sebuah IEO mengharuskan kontributor / pengguna untuk membeli token dengan menggunakan akun bursa.

Bukankah ICO seharusnya lebih baik?


Mengesampingkan semua faktor lain, mungkin.

Karena model ini terbuka untuk semua orang di depan umum, ini memungkinkan tim proyek untuk mengumpulkan lebih banyak modal, secara teoritis. Tapi ke mana pun uang itu pergi - penipuan dan penipuan tidak bisa jauh di belakang. Ini juga salah satu alasan terbesar mengapa ICO menjadi dingin pada tahun lalu. Scammers memanfaatkan kesempatan untuk mengumpulkan dana tanpa memberikan teknologi yang dijanjikan.

Apakah Pertukaran Awal Menawarkan Anggur Lama dalam Botol Baru?


Tidak. Masalah terbesar dengan ICO adalah bahwa mereka tidak dipantau oleh pihak ketiga mana pun. Pada dasarnya, siapa pun dapat meluncurkan ICO, selama Anda memiliki buku putih (white paper) untuk meyakinkan investor untuk memasukkan dana ke perusahaan.

Di sisi lain, IEO adalah model yang sangat berbeda. Sementara ICO dan IEO berbagi alasan penawaran umum perdana (IPO), dalam IEO, pertukaran menjadi administrator.

Untuk melakukan IEO, tim proyek harus memenuhi dan mematuhi persyaratan pertukaran untuk meluncurkan token sale. Oleh karena itu, kontributor dilindungi oleh pertukaran.

Meskipun beberapa orang mungkin berpendapat bahwa pertukaran tersebut mungkin sejalan dengan tim proyek untuk menipu pelanggan, ini akan membahayakan reputasi pertukaran. Pertukaran yang mencari model bisnis yang berkelanjutan tidak akan mempertimbangkan mengambil langkah yang tidak etis.

Sebagai gantinya, pertukaran mempertaruhkan kredibilitas mereka ketika melakukan IEO, karena ia tidak memiliki kendali atas operasi tim proyek IEO dan pengiriman produk seperti yang dijanjikan dalam buku putih terakhir. Untuk menjaga kepercayaan dengan pelanggannya, pertukaran harus melakukan penilaian proyek yang komprehensif sebelum meluncurkan IEO. Ini memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi para kontributor.

Dibandingkan dengan ICO, risiko IEO jauh lebih rendah untuk tim proyek dan kontributor.


Disisi pelanggan, pertukaran tidak hanya akan membantu mereka meninjau proyek dan menyaring penipuan, tetapi juga memberikan likuiditas yang lebih baik untuk perdagangan sesudahnya karena basis pengguna yang besar sudah dijamin. Pertukaran juga akan menawarkan platform yang nyaman bagi para kontributor untuk mengelola dana mereka karena semua aset dapat disimpan dalam akun pertukaran, bukan pada alamat dompet yang berbeda.

Untuk tim proyek, mereka dilonggarkan dari kerepotan operasional. Misalnya, semua pengguna pertukaran telah diperiksa oleh KYC / AML verifikasi pertukaran. Pertukaran ini juga akan menyediakan likuiditas dengan basis penggunanya, dan juga membantu promosi pemasaran.

Dengan semua penipuan dan penipuan di luar sana, IEO tidak diragukan lagi merupakan model yang lebih baik bagi para kontributor / pelanggan. Meskipun diperlukan lebih banyak proses untuk tim proyek dan kontributor untuk penjualan token, perlindungan ekstra yang ditawarkan sebanding dengan biayanya.

#ico #IEO #exchange #tokenico #cryptoexchange #tokenico #tokenieo #pertukarancrypto #bursacrypto #matauangdigital


Bitcoiner Pro Indonesia 
@Proindonesis

Penjelasan Tentang "Fibonacci Retracement" dalam Dunia Trading


Hikayat Fibonacci


Rasio Fibonacci cukup populer di dunia trading. Angka-angka yang dihasilkan dari perhitungan rasio ini bisa membantu Anda dalam menentukan level entry dan exit.

Rasio Fibonacci pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli matematika abad pertengahan asal Italia. Namanya Leonardo Fibonacci yang berasal dari kota Pisa. Ia memperkenalkan deret angka yang rasionya terdapat dalam proporsi bentuk-bentuk di alam. Deret angka tersebut juga ia libatkan dalam perhitungan perkembangbiakan kelinci dalam situasi yang ideal. Di kemudian hari, deret ini dikenal dengan deret Fibonacci atau angka Fibonacci.

Deret tersebut adalah: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89,… dan seterusnya.

Trivia quiz untuk Anda: berapakah yang muncul setelah 89? Kalau Anda menjawab dengan benar tanpa bertanya pada Google atau Wikipedia, maka sepertinya Anda memiliki potensi yang besar untuk menjadi trader handal. 

Dari deret tersebutlah ditemukan ada rasio yang paling ditemui di setiap bentuk benda di alam ini, yaitu kira-kira 1 : 1.618 atau 0.618 : 1. Rasio ini yang kemudian disebut sebagai “golden ratio”.

Itulah sedikit hikayat Fibonacci. Oke, Anda akan segera keluar dari segala kerumitan matematika ini… (Akhirnya!)


Penerapan Dalam Trading: Fibonacci Retracement


Tenang, Anda sama sekali tidak perlu menghitung rasio Fibonacci dalam praktek trading. Platform trading yang kita pakai (Metatrader) telah menyediakan tool yang sangat membantu kita untuk mengaplikasikan ilmu warisan Fibonacci ini secara instan. Nama tool tersebut adalah Fibonacci retracement.

Para trader menggunakan level-level yang diberikan oleh Fibonacci retracement untuk membantu menentukan kisaran area yang potensial sebagai support dan resistance. Alat ini bisa dimanfaatkan dengan baik pada saat pasar sedang dalam keadaan “trending”, baik itu saat up trend maupun down trend, namun kurang efektif jika diterapkan pada saat pasar dalam kondisi sideways. Konsep dasar penggunaan Fibonacci retracement adalah mencari peluang buy ketika harga berada di kisaran support. Sebaliknya, Anda bisa mencari peluang sell ketika harga berada di kisaran resistance yang diperoleh dari Fibonacci retracement.

Untuk bisa menemukan level-level retracement, Anda harus terlabih dahulu menemukan titik-titik tertinggi dan terendah yang signifikan. Titik-titik tersebut kita sebut sebagai “swing high” dan “swing low”.

Pada pergerakan di saat up trend, yang Anda lakukan adalah menarik Fibonacci retracement dari swing low ke swing high seperti yang terlihat dalam gambar di bawah ini.

Fibonacci Swing Up

Sebaliknya, pada pergerakan di saat down trend, yang Anda lakukan adalah menarik Fibonacci retracement dari swing high ke swing low seperti yang terlihat dalam gambar di bawah ini.


Fibonacci Swing Down

Terlihat dalam kedua gambar di atas bahwa level-level Fibonacci yang kita gunakan dalam trading adalah level 0.0%, 23.6%, 38.2%, 50.0%, 61.8%, 76.4% dan 100.0%. Level-level itulah yang dijadikan sebagai acuan atau referensi untuk menentukan area support dan resistance.

Dengan menggunakan Fibonacci retracement ini, Anda juga dapat mengambil beberapa level untuk Anda jadikan area referensi yang akan berguna untuk menentukan level entry. Level-level yang populer adalah 38.2%, 50.0% dan 61.8%. Di kisaran level-level tersebut seringkali muncul sinyal buy atau sell yang akurasinya cukup tinggi.


Fibonacci area referensi

Level-level Fibonacci retracement sebenarnya adalah level-level support dan resistance. Jadi, area referensi untuk mencari sinyal sell sebenarnya adalah area resistance. Dengan demikian, area referensi untuk mencari sinyal buy sebenarnya adalah area support.

Strateginya mirip dengan bounce trading. Anda menunggu pullback hingga ke area referensi dan mencari apakah ada konfirmasi sinyal buy atau sell. Namun karena Anda belum mempelajari sinyal buy maupun sell, untuk sementara Anda menggunakan Fibonacci retracement saja dulu. Ketika pergerakan harga tertahan di area referensi tersebut, maka Anda bisa mencoba untuk melakukan sell atau buy.

Sekarang, mari kita lihat aplikasinya pada grafik pergerakan harga.

Strategi Buy


Seperti yang sudah dijelaskan, Anda bisa memanfaatkan area referensi Fibonacci untuk mencari level buy. Tentu saja hal ini Anda lakukan pada saat up trend. Di bawah ini ada contoh grafik berdasarkan pergerakan GBP/USD pada sekitar tanggal 3 November 2011 hingga 8 November 2011. Anda akan mempelajari praktek strategi buy dengan menggunakan area referensi berdasarkan Fibonacci retracement. Anda siap? Sebaiknya demikian. 



Fibonacci practice buy 1

Dalam contoh di atas Anda telah menggambar Fibonacci retracement dengan acuan swing low di 1.59445 (100.0%) dan swing high di 1.60630 (0.0%). Area yang berwarna kuning itu adalah area referensi Anda, di mana Anda akan mencoba mencari konfirmasi pantulan yang merupakan sinyal buy bagi Anda. Di dalam area referensi itu ada tiga level retracement, yaitu: 1.60177 (38.2%), 1.60038 (50.0%) dan 1.59898 (61.8%). Ketiga level ini merupakan support.

Anda menunggu sampai harga masuk ke area referensi itu. Level terbaik untuk Buy adalah di sekitar 61.8%, namun ada kalanya Anda juga mendapatkan konfirmasi pantulan di sekitar 50.0%.



Fibonacci practice buy 2

Nah, sekarang Anda bisa melihat bahwa harga berkali-kali mencoba menembus level 1.59898 (61.8%). Terlihat level tersebut “diuji” hingga empat kali, namun selalu candlestick ditutup di atas 1.59898. Ini merupakan pertanda bahwa support itu kuat dan inilah saatnya Anda melakukan buy, di sekitar 1.60038. Targetnya adalah level 1.60630 (0.0%), sementara antisipasinya berada di exit point (1) atau exit point (2). Jadi kalau harga ternyata malah turun, Anda akan lepas posisi buy Anda di salah satu dari kedua level tersebut.

Mengapa harus ada exit point? Untuk antisipasi jika ternyata pasar berkehendak lain, yang berlawanan dengan perkiraan Anda.

INGAT SELALU BAHWA TIDAK ADA ANALISIS TEKNIKAL YANG 100% BENAR. ANALISIS TEKNIKAL HANYA MEMBANTU ANDA UNTUK MENDEKATI KEBENARAN.

Lho, lalu bagaimana saya bisa berhasil dalam trading? Mungkin itu yang Anda pikirkan. Tenang. Nanti, di Tingkat Mahir, Anda juga akan mempelajari mengenai manajemen resiko dan manajemen modal, yang kalau dipadukan dengan pengetahuan analisis teknikal yang baik akan menjadi senjata ampuh dalam trading. Semangat! 😉

Mengapa ada dua exit point? Karena seringkali tembusnya level 76.4% merupakan indikasi awal bahwa arah tren akan berubah, sehingga banyak trader yang memilih untuk “bermain aman” dengan melepas posisi mereka setelah level tersebut tembus (break). Namun konfirmasi perubahan arah tren (reversal) sebenarnya adalah level 100.0%, sehingga para trader yang lebih “berani” memilih tembusnya level tersebut sebagai exit point mereka. Jadi, ini lebih kepada gaya trading dan mungkin juga kekuatan modal.

Oke kita lihat sekarang apa yang terjadi pada GBP/USD setelah Anda melakukan buy.


Ternyata GBP/USD naik dan target Anda tercapai! Indah bukan? 

Strategi Sell


Strategi ini sebenarnya hanya merupakan kebalikan dari strategi buy. Kalau strategi buy dilakukan pada saat up trend, maka strategi sell ini dilaksakanan pada saat down trend.

Di bawah ini adalah grafik pergerakan EUR/USD.


Pada saat ini Anda menunggu terjadi pullback ke area referensi sell yang berada di kisaran antara 1.37461 (38.2%) hingga 1.38995 (61.8%). Di tengah-tengah ada level 50.0% yang berada di level 1.38228. Ingat ya, ketiga level ini adalah level resistance dan area referensi Anda itu sebenarnya adalah area resistance.


Fibonacci practice sell

Nah, sekarang pullback telah terjadi dan Anda bisa melihat bahwa harga telah berada di dalam area referensi. Perhatikan bahwa harga tidak mampu menembus ke atas level 1.38995 (61.8%), bahkan malah turun dan tembus ke bawah 1.38228 (50.0%). Inilah sinyal bahwa Anda boleh melakukan sell dengan target di level 1.34980 (0.0%). Jangan lupa, antisipasinya adalah di exit point (1) atau (2), seandainya ternyata perkiraan Anda salah.

Sekarang, mari kita lihat apa yang terjadi selanjutnya….


Fibonacci practice sell

Yap, hari yang indah….

Dalam menerapkan Fibonacci retracement ini, kebanyakan trader melakukan kesalahan dalam menentukan swing high dan swing low. Maka dari itu, diperlukan pengamatan yang jeli dan latihan untuk mengasah ketajaman Anda mengenali swing high dan swing low. Juga, kesabaran untuk menanti konfirmasi di area referensi mutlak diperlukan untuk bisa mempraktekkan teori ini dengan baik. Jangan ragu untuk menghubungi Tim Edukasi kami untuk mendapatkan bantuan atau penjelasan yang lebih detail.

foreximf - BPI
Join Channel Telegram 
👇
https://t.me/bpiinf